MANFAAT VCO


SEHAT dengan VCO 

Virgin Coconut Oil (VCO) 

merupakan produk minyak kelapa yang diolah secara alami tanpa melalui proses pemurnian (refining), pemutihan (bleaching), dan penghilangan bau (deodorizing).  

VCO mampu untuk mengatasi penyakit degeneratif seperti:
Diabetes mellintus
Penderita diabetes produksi insulinnya atau enzim menurun sehingga metabolisme terganggu. Hal ini menyebabkan gula tidak dapat masuk ke dalam sel-sel sehingga konsentrasi gula darah meningkat. Karena tidak dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi akhirnya dibuang bersama urin.
VCO mengandung MCFA (medium chain fatty acid) yang mampu merangsang produksi insulin, yaitu hormon pengangkut zat gula ke sel-sel tubuh. Selain itu VCO juga dapat menembus dinding usus tanpa bantuan enzim sehingga sel menghasilkan energi lebih cepat.
Kegemukan/obesitas
MCFA dalam VCO tidak digunakan dalam bentuk lipoprotein dan tidak diedarkan dalam aliran darah seperti lemak lainnya, tetapi dikirim langsung ke hati, lalu diubah menjadi energi. Asam lemak ini mudah dicerna dan diserap sehingga mengurangi kerja pankreas, saluran pencernakan, hati, serta tidak menumpuk dalam tubuh. MCFA dalam VCO juga dapat mendorong pembakaran LCFA (long chain fatty acid) penyebab obesitas. Selain itu MCFA dapat merubah metabolisme ke tingkatan yang lebih tinggi dan membakar lebih banyak kalori tubuh yang tidak dikonsumsi.
Kolesterol dan jantung
VCO memiliki kadar asam lemak tidak jenuh ganda omega3-eicosa-penta-eionoic(EPA) dan docasa-hexaenoic acid (DHA) yang dapat menurunkan very low density lipoprotein (VLDL), menghambat produksi tromboksan, meningkatkan prostaksiklin, menurunkan viscositas darah, dan mencegah trombosis (penyumbatan pembuluh darah).
Salah satu penyebab penyakit jantung adalah kolesterol darah yang tinggi. Dalam VCO, MCFA mudah dimetabolisir untuk menghasilkan energi. Dengan mengkonsumsi VCO setiap hari tidak memberikan efek buruk terhadap kesehatan, tetapi justru menjamin kesehatan jantung dan pembuluh darah, menurunkan konsentrasi serum total kolesterol dan tekanan darah diastolik.
Osteroporosis
Osteroporosis merupakan penyakit degeneratif akibat kekurangan kalsium sehingga tulang menjadi keropos. Osteroporosis juga disebabkan oleh radikal bebas yang terdapat dalam minyak sayur yang teroksidasi pada proses pembentukan tulang.
Dengan mengkonsumsi VCO, osteroporosis dapat dicegah.  VCO berfungsi sebagai antioksidan, sterol, yang bermanfaat dalam pembentukan prognenolon. Prognenolon berfungsi dalam produksi progesteron. Bagi wanita, ketersediaan progesteron sangat penting karena ketidakseimbangan jumlah progesteron dan estrogen akan menyebabkan osteroporosis.  

VCO mampu membasmi penyakit yang disebabkan mikrobia dan jamur.
VCO mengandung asam laurat (lauric acid) yang di dalam tubuh manusia akan diubah menjadi monolaurin. Monolaurin akan memisahkan membran sel virus dengan cara melemahkan sampai akhirnya terlepas, sehingga otomatis semakin lama virus akan mati.
Berbagai virus yang dapat diatasi oleh monolaurin, antara lain, adalah virusHIV/AIDS, virus Hepatitis CHerpes dan cacarHemophilus  influenza cytomegalovirus,  Bakteri pathogen yang dapat diinaktifkan oleh monolaurin yaitu Listeria monocytogenes, Staphylococcus aureus, Streptoccocus agalactiae,dan bakteri penyebab penyakit maag Helicobacter pylori, serta protozoa sepertiGiardia lamblia,
Monolaurin juga dapat mencegah penyakit sindrom pernapasan akut atau Severe Acute Respiratory Syndrom (SARS) dan berkasiat mencegah kanker kulit jenisMelanoma Malikha.
Sementara asam kaprilat yang terdapat dalam VCO  dapat mematikan  jamurCandida albacans penyebab keputihansariawan di mulut dan infeksi-infeksi jamur kulit lainnya seperti kutu air dan kurap.

VCO mampu menghalau penyakit akibat radikal bebas
Radikal bebas sangat berbahaya bagi tubuh, antara lain, yaitu:
-   Menyebabkan sel mati dan berpotensi menjadi kanker; kanker paru-paru, serviks, kulit, prostat, dan esophagus
-   Merusak enzim sel sehingga proses pembentukan sel terganngu, lalu sel mati dan menyebabkan keriput atau penuaan.
-   Memicu penyakit jantung ketika kolesterol LDL (low density lipoprotein) bereaksi dengan radikal bebas lalu membentuk aterosklerosis. Aterosklerosis adalah penyebab pengerasan pembuluh darah arteri dan serangan jantung.
-   Menyebabkan berkurangnya fungsi penglihatan dan memicu katarak.
-   Memicu terjadinya peradangan, rematik artitis (pengapuran tulang) dan asma.
-   Menyebabkan tukak lambung, ganggunan pencernakan, dan fungsi hati.
Dengan mengkonsumsi VCO, bahaya radikal bebas dapat dihindari.
VCO untuk menunda pengerutan kulit dan penuaan dini
Di luar konsumsinya sebagai bahan pangan, VCO dapat digunakan langsung di kulit sebagai lotion. Efek kesehatannya adalah sebagai antioksidan dan antikeriput sehingga dapat mencegah penuaan dini. Lotion VCO  dapat mencegah noda hitam, menghaluskan dan menjaga kelembaban kulit. VCO untuk menghilangkan ketobe diuleskan di kulit kepala lalu dipijat-pijat.
VCO untuk pertumbuhan anak
Beberapa manfaat MCFA dalam VCO bagi bayi, antara lain,  adalah memudahkan bayi menyerap nutrisi yang dibutuhkan, vitamin, mineral, dan protein yang bisa dilarutkan oleh lemak, meningkatkan absorbsi kalsium yang diperlukan untuk pertumbuhan tulang, dan melindungi bayi dari mikroorganisme berbahaya.

POTENSI PERKEBUNAN


KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT, WILAYAH POTENSIAL PENGEMBANGAN PINANG

Secara historis pinang telah lama digunakan sebagai salah satu bahan untuk upacara adat tradisional, potensi manfaat komoditas ini sebenarnya cukup luas, antara lain sebagai bahan ramuan obat dan bahan kosmetik. Luas areal pinang (Areca Catehu)pada tahun 2007  125.609 Ha, dengan produksi 56.646 ton, dengan jumlah melibatkan petani sebanyak 307.167 KK tersebar di beberapa wilayah yaitu : Sumatera seluas 76.386 Ha dengan produksi 45.944 ton, Jawa seluas 1.489 Ha dengan produksi 738 ton, Nusa Tenggara seluas 41.248 Ha, dengan produksi 8.218 ton, Kalimantan sluas 2.671 Ha, dengan produksi 528 ton, Sulawesi seluas 2.207 Ha, dengan produksi 894 ton, dan Maluku, Papua, Papua Barat seluas 1.608 Ha dengan produksi 324 ton.     
Pinang (Areca catechu) adalah komoditas perkebunan yang berpotensi untuk diekspor. Berdasarkan BPS volume dan nilai Ekspor tahun 2007 berdasarkan tujuan negara ekspor Iran, Pakistan, Nepal, Banglades, Malaysia, dan dengan volume 8.247 ton senilai US$ 2,572,000.
 
Pangsa pasar pinang masih terbuka lebar terutama karena seiring adanya issue konsep kesehatan dan kecantikan alamiah (back to nature). Konsep kesehatan dengan menggunakan obat-obatan yang berbasis herbal sangat mendorong tumbuh dan berkembangnya komoditas ini.
Terkait dengan potensi produksi dan pangsa pasar tersebut diatas pemerintah Pusat melalui Direktorat Jendral Perkebunan ikut mendorong pengembangan pinang di kabupaten Kubu Raya. Komoditas ini memberikan kontribusi yang cukup bagus bagi pendapatan petani sekaligus kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD).
Pada tahun 2010 Ditjen Perkebunan mengalokasikan anggaran untuk pengembangan pinang di kabupaten Kubu Raya seluas 100 ha melalui kegiatan Tugas Pembantuan (TP). Lokasi pengembangan berada 4 (empat) kecamatan yaitu Sui Raya, desa Mekarsari seluas 30 Ha (30 KK); Sui Raya, desa Kapur seluas 20 Ha (20 KK); Kubu, desa Jangkar seluas 30 Ha (30 KK);dan Batu Ampar, desa Padang Tikar seluas 20 Ha (20 KK).
 
  Strategi pengembangan komoditi pinang diarahkan pada lahan-lahan yang mempunyai potensi dan belum dimanfaatkan secara maksimal melalui pola tumpang sari dengan tanaman kelapa.
 
Pada tahun anggran 2010 peran serta pusat dalam pengembangan pinang di kabupaten Kubu Raya adalah dengan memberikan bantuan bibit pinang. Pada saat ini sedang dilakukan pembibitan sejumlah 26.000 batang. Bibit dimaksud akan disalurkan kepada petani bulan Juni 2010. Peningkatan pendapatan petani pinang dan kontribusi PAD Kabupaten Kubu Raya akan meningkat bila kegiatan ini telah berhasil di tahun-tahun mendatang. Dampak positip pengembangan pinang bagi petani lain cukup besar karena mereka sudah merasakan nikmatnya komoditas ini dalam peningkatan pendapatan petani, sehingga secara langsung maupun tidak langsung petani ikut mengembangkannya meskipun belum dilibatkan dalam pemberian bantuan dari Pusat.
Dilain pihak pengembangan komoditas ini yang tergolong komoditas potensial spesifik lokasi sudah seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah Daerah kabupaten Kubu Raya dan Pusat hanyalah sebagaitriger saja. Pemerintah Pusat tidak sepenuhnya dapat membantu secara besar-besaran karena keterbatasan anggaran serta komoditas ini belum termasuk komoditas utama perkebunan. Untuk itu kewajiban pemerintah daerah untuk melestarikan dan mengembangkannya secara lebih serius melalui APBD I/APBD II. Pemerintah Pusat dalam hal ini Ditjen Perkebunan akan medorong dan membantu pengembangannya sesuai dengan anggaran tersedia dan norma yang berlaku seperti dukungan informasi pasar, potensi wilayah dsb. Pemerintah Pusat hanyalah sebagai pengungkit pembangunan di daerah. Pemda Kubu Raya harus menyadari potensi wilayahnya, sehingga konsistensi pembangunan perkebunan sudah selayaknya dipertahankan.