Kelompok Tani Perkebunan / Kelapa Hibrida Desa Punggur Kecil

Kelompok Tani Perkebunan – Desa Punggur Kecil
No.
Nama Kelompok Tani
Nama Ketua kelompok
Luas / Ha
1
Usaha Tani 1
Jafri
18
2
Usaha Tani 2
Sabri
16
3
Usaha Timur
Puradin
14
4
Surya
Muhammad
14
5
Hibrida Jaya 1
H. Yakop
19
6
Hibrida Jaya 2
H. Akah Baso
17
7
Harapan Maju
M. Arif
22
8
Harapan Mekar 1
Madon Kadir
20
9
Harapan Mekar 2
Jilong Maluk
19
10
Usaha Bersama
H. A. Kassa
19
11
Harapan Kita
Alias Usman
25
12
Harapan Bersama
Bujang Harun
19
13
Tani Jaya
Nawardi
13
14
Usaha Tani Maju
Abdurrahman
24
15
Ingin Maju
sihak
23
16
Tani Makmur
Jani Alil
28
17
Mitra Usaha
Burhanudin
15
18
Harapan Mekar 3
Jaili Solong
23
19
Hibrida Jaya 3
Ahmad A.R
19
20
Harapan Jaya
Hamid. Dabud
20
21
Gotong Royong
Gani Sipoi
27
22
Karya Usaha
Rahmad Candra
14
23
Hibrida Jaya 4
M. Amin H. Hasan
24
24
Usaha Jaya
Usman Cinde
13
25
Hibrida Jaya 5
Masri
23

Jumlah

670

Analisa SWOT


Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian
Pada Fakultas Pertanian  Universitas Panca Bhakti Pontianak

KHASIAT AIR KELAPA

Mengenal Manfaat Air Kelapa Tua

Manfaat Air Kelapa Tua
Air kelapa muda telah lama menjadi minuman favorit untuk menyegarkan badan. Banyak resep minuman khas Indonesia yang berbahan dasar air kelapa sebut saja es kelapa campur, es teler, dan lain-lain. Hampir sebagian besar air kelapa yang digunakan berasal darikelapa muda. Selain sebagai minuman segar, air kelapa juga kaya akan vitamin dan mineral. Lalu, apakah nilai jual dan nilai gizi air kelapa hanya milik air kelapa muda saja. Lantas bagaimana dengan air kelapa yang terkandung dalam kelapa tua? Apakah air kelapa tua lebih baik dibuang karena tidak memiliki manfaat sama sekali. Apakah manfaat air kelapa tua setara dengan air kelapa muda?

Ketika memilih buah untuk dijadikan jus buah, manakah yang akan Anda pilih: buah yang masih belum matang atau buah yang sudah tua/matang? Tentu saja Anda akan memilih buah yang sudah matang/tua bukan?? Karena buah yang sudah matang rasanya lebih manis dan kandungan vitaminnya lebih lengkap dibandingkan buah yang masih belum matang. Begitu juga saat kita memilih air kelapa untuk dikonsumsi. Semakin muda buah kelapa yang kita ambil airnya, semakin asam rasanya. Tapi tentu saja jangan memilih air kelapa dari kelapa yang sangat tua, karena semakin tua kelapa semakin rendah kadar gula dalam airnya. Air kelapa tua memiliki kadar gula sebesar 3 persen, sedangkan air kelapa muda sekitar 5 persen. Sehingga rasa air kelapa tua tidak sesegar air kelapa muda. Terkadang air kelapa dari kelapa yang terlalu tua/matang mengandung minyak dan hambar rasa airnya. Ingat, jangan memilih kelapa yang terlalu muda dan jangan yang terlalu tua.

Manfaat air kelapa tua adalah untuk menetralisir panas dalam dan rasa dingin saat masuk angin atau saat cuaca dingin. Hal ini dikarenakan air kelapa tua mengandung energi panas dan energi dingin yang lebih seimbang ketimbang air kelapa muda. Air yang dikonsumsi dari kelapa tua bersifat rendah kolesterol serta mengandung omega-3 dan omega-6. Baik dikonsumsi penderita kolesterol. Air kelapa tua pun bermanfaat untuk memperbaiki fungsi ginjal dan menetralisir racun di dalam organ ginjal. Perlu diingat, kandungan mineral dan vitamin dalam air kelapa tua tidak setinggi nilai mineral dan vitamin dalam kelapa muda. Namun, sebenarnyamanfaat air kelapa tua bukanlah sebagai minuman segar seperti halnya air kelapa muda. Air kelapa tua dapat digunakan sebagai bahan baku jelly yang terbuat dari air kelapa yaitu nata de coco. Adakalanya air kelapa tua dimanfaatkan sebagai campuran minum penyegar.

Proses Pembuatan Nata de Coco

Sekilas Tentang Nata de Coco 

Nata de coco adalah hidangan penutup yang terlihat seperti jeli, berwarna putih hingga bening dan bertekstur kenyal. Makanan ini dihasilkan dari fermentasi air kelapa, dan mulanya dibuat di Filipina. "Nata de coco" dalam bahasa Spanyol berarti "krim kelapa". Krim yang dimaksudkan adalah santan kelapa. Penamaan nata de coco dalam bahasa Spanyol karena Filipina pernah menjadi koloni Spanyol.  
Bibit nata adalah bakteri Acetobacter xylinum yang akan dapat membentuk serat nata jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen melalui proses yang terkontrol. Dalam kondisi demikian, bakteri tersebut akan menghasilkan enzim yang dapat menyusun zat gula menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Dari jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersebut, akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang akhirnya nampak padat berwarna putih hingga transparan, yang disebut sebagai nata.
Acetobacter Xylinum dapat tumbuh pada pH 3,5 – 7,5, namun akan tumbuh optimal bila pH nya 4,3, sedangkan suhu ideal bagi pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum pada suhu 28°– 31 °C. Bakteri ini sangat memerlukan oksigen. Asam asetat atau asam cuka digunakan untuk menurunkan pH atau meningkatkan keasaman air kelapa. Asam asetat yang baik adalah asam asetat glacial (99,8%). Asam asetat dengan konsentrasi rendah dapat digunakan, namun untuk mencapai tingkat keasaman yang diinginkan yaitu pH 4,5 – 5,5 dibutuhkan dalam jumlah banyak. Selain asan asetat, asam-asam organik dan anorganik lain bisa digunakan.

Secara Umum Proses Pembuatan Nata de Coco dapat dijabarkan sebagai berikut :
Bahan-bahan yang kita perlukan, yaitu: 
• 100 liter air kelapa • 100 gram(gr) gula pasir • 500 gram (gr) ZA • 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat • 1 sendok makan asam sitrat
Cara membuatnya adalah:
1. 100 liter air kelapa disaring, kemudian ditambahkan dengan: 100 gr gula pasir, 500 gram (gr) ZA 
2. Mendidihkan campuran bahan-bahan nomor 1 di atas, kemudian mematikan api kompor, dan menambah campuran tersebut dengan 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat.

Pembuatan starter
Untuk starter bisa diperoleh di toko kimia atau perusahaan yang membuat nata de coco, atau bagi yang ingin membuatnya sendiri bisa dengan cara sebagai berikut :
1. Sediakan buah nanas yang matang dan dikupas kemudian dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil untuk memudahkan penghancuran. 
2. Buah nanas yang telah dihancurkan kemudian diperas sari buahnya sampai habis dan ampas nanas dicampur dengan gula pasir serta air dengan perbandingan 6 : 3 : 1 ( Ampas nanas : Air : Gula ) 
3. Campuran diaduk sampai rata dan dimasukan kedalam botol kemudian ditutup dengan kertas disimpan selama 2 minggu sampai terbentuk lapisan putih di atasnya. 
4. Larutan ini merupakan starter untuk pembuatan nata de coco

Pembuatan Nata de Coco
1. Siapkan nampan yang telah disterilisasikan (melalui pemanasan oleh sinar matahari/pencelupan nampan bersih ke dalam air panas). 
2. Memasang karet gelang pada bagian tengah nampan hasil sterilisasi. 
3. Memasukkan air kelapa hasil pendidihan ke dalam loyang ± 1—1,5 liter di setiap loyang, kemudian menutupnya dengan koran dan mengikatnya dengan karet. Setelah itu dibiarkan hingga dingin (memeramnya selama ± 1 hari). 
4. Setelah dingin (± 1 hari) dilakukan inokulasi yaitu menambahkan starter yang telah dibuat ke dalam loyang berisi campuran air kelapa yang telah didinginkan tadi (diperam), dan memeramnya kembali selama 7 hari.

Agar bakteri Acetobacter xilynum dapat bekerja dengan baik, yaitu mengubah glukosa menjadi selulose atau dalam pembentukan lapisan nata maka yang perlu diperhatikan dalam pembuatan nata de coco yaitu kondisi peralatan serta ruangan yang cukup steril.
Apabila kondisi ruangan kurang steril sehingga memungkinkan sirkulasi udara berjalan seperti biasa maka peluang untuk terjadinya kontaminasi pada nata yang diproduksi cukup besar, begitu pula jika peralatan yang digunakan kurang steril maka juga dapat menimbulkan kontaminasi (kerusakan pada lapisan nata yang diproduksi).
Jika nata telah terbentuk, maka kita sudah bisa mengambilnya, Berikut cara-cara mengambilnya:
1. Nata yang terbentuk diambil dan dibuang bagian yang rusak (jika ada), lalu dibersihkan dengan air (dibilas). Kemudian direndam dengan air bersih selama 1 hari. 
2. Pada hari kedua rendaman diganti dengan air bersih dan direndam lagi selama 1 hari. 
3. Pada hari ketiga nata dicuci bersih dan dipotong bentuk kubus (ukuran sesuai selera) kemudian direbus hingga mendidih dan air rebusan yang pertama dibuang. 
4. Nata yang telah dibuang airnya tadi, kemudian direbus lagi dan ditambahkan dengan satu sendok makan asam sitrat.
Sekian .......postingan tentang Proses Pembuatan Nata de Coco, semoga menambah info bagi kita sehingga mampu mendorong timbulnya ide bisnis baru yang dapat kita kerjakan agar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.

PUSAT PENJUALAN BERAS LOKAL KUBU RAYA

07 Maret 2013 Kubu Raya - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah memiliki pusat penjualan beras lokal hasil olahan petani setempat untuk memperluas pemasaran beras yang menjadi ikon kabupaten itu. "Selama ini untuk pemasarannya baru pada tingkat PNS dan pasar swalayan yang ada di Kubu Raya maupun Kota Pontianak, serta beberapa koperasi lainnya," kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Selasa (5/3). Mulai 2013, Pemkab Kubu Raya berkomitmen untuk memperluas pemasaran beras lokal Kubu Raya, agar bisa semakin menyerap beras dari petani dan meningkatkan penghasilan mereka. Ia menjelaskan pembukaan pusat penjualan beras lokal Kubu Raya yang berlokasi di Jalan Ali Anyang tersebut menjadi bukti keseriusan Pemkab Kubu Raya untuk memperluas pemasaran beras lokal tersebut. Ia berharap dengan terobosan tersebut hasil pertanian masyarakat bisa terserap oleh pasar yang kemudian meningkatkan animo masyarakat, khususnya para petani untuk lebih meningkatkan hasil pertaniannya dan membuka sawah baru. "Dengan demikian, tingginya angka pengangguran pun bisa ditekan karena masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan bisa menggarap lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, di sisi lain produksi beras Kubu Raya semakin meningkat sehingga bisa berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional," katanya. Pemkab Kubu Raya akan terus serius dalam meningkatkan produksi pertanian tersebut. "Karena sejak pertama kali dibentuk kita sudah berkomitmen, bahwa Kubu Raya harus bisa memberikan manfaat bagi bangsa ini. Sesuai dengan motto yang sudah kita gaungkan sejak tahun 2008 lalu, dari Kubu Raya, untuk Indonesia," kata Muda. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kubu Raya, Suharjo menyatakan sejak 2009 hingga saat ini, pihaknya terus berupaya untuk memperluas areal pertanian dan membuka lahan baru. "Alhamdulillah, saat ini perkembangannya sudah bisa dilihat, dimana sudah banyak tercetak sawah baru yang digarap oleh masyarakat. Bahkan, yang lebih membanggakan, animo masyarakat yang sangat besar bisa dilihat dari semakin banyaknya produk beras lokal yang dibuat oleh gabungan kelompok tani," katanya. Hingga saat ini, sudah ada empat merek dagang dari beras lokal yang dibuat oleh petani, bahkan sudah ada beberapa gapoktan lainnya yang siap mengeluarkan merek beras lokal sendiri. "Yang jelas, ini akan menjadi suatu terobosan terbaru dari Pemkab Kubu Raya dalam memperluas pemasaran beras lokal. Dan kami sangat bersyukur kebijakan yang dibuat Bupati Kubu Raya mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dengan membantu terus memperluas areal pertanian di Kubu Raya," katanya. ( Sumber Kuburayakab.go.id )

LAPORAN PELATIHAN CARA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK ( Prt. Rintis - Kamis, 19042012 )


LAPORAN PELAKSANAAN PELATIHAN
   PEMBUATAN PUPUK ORGANIK

Latihan ini di laksanakan adalah hasil Inovasi petugas dan petani pada saat mengikuti pelatihan Hama penyakit pada Hari Kamis, 12 April 2012

I.PENDAHULUAN.

A.     Latar Belakang.
Upaya untuk meningkatkan produksi dari sebuah usaha tani yang dilakukan oleh petani dan kelompok tani tidak terlepas dari penyuluhan, bimbingan dan pendampingan yang dilakukan oleh seorang petugas lapangan.
Penyuluhan adalah sebuah bentuk pembelajaran non formal yang diberikan kepada petani / kelompok tani dan keluarga tani guna meningkatkan kemampuan, keterampilan Sumber Daya Manusia ( SDM ) sebagai pelaku usaha dalam budidaya Pertanian.
Bentuk lain dalam upaya meningkatkan SDM tersebut ialah dengan melakukan pelatihan pelatihan dan pratik atau demonstrasi cara yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan kegiatan budidaya suatu tanaman yang sedang diusahakan, yang disampaikan oleh seorang Petugas.

B.     Pembuatan Pupuk Organik.
Satu diantara faktor penyebab menurunnya suatu produksi tanaman adalah disebabkan oleh kurangnya unsur hara tanaman.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, kami selaku petugas Lapangan telah melakukan pelatihan tentang cara pembuatan pupuk organik kepada petani / kelompok tani Perkebunan kelapa yang berada pada wilayah kerja penyuluhan.

II. Pelaksanaan Pelatihan .
     Waktu dan tempat .
Waktu pelatihan dilaksanakan selama satu hari penuh, mulai dari pukul 11.00 sampai pukul 16.00, bertempat di Dusun Parit Rintis, desa Punggur Kecil dengan mengambil tempat di rumah ketua Kelompok Tani
A.     Materi, Metode,dan Media Pelatihan.
Materi pelatihan adalah tentang bagaimana cara Pengendalian Pembuatan Pupuk Organik.
Metode yang disampaikan berupa Demonstrasi Cara.
Untuk menghidupkan suasana pelatihan dilakukan diskusi dan Tanya jawab diseputar pembuatan pupuk organik sehingga pelatihan tidak membosankan peserta.
Hal lain yang menjadi antusiasme peserta adalah adanya metode baru dalam cara pembuatan pupuk dengan menggunakan Trichoderma sp.
Selain dapat digunakan sebagai pengendali penyakit tanaman, Trichoderma sp. dapat digunakan sebagai bahan activator pembuatan pupuk organik.
Hal inilah yang menarik minat peserta dan mengharapkan untuk dilatih.

Media Pelatihan,
Media pelatihan yang diberikan berupa Demonstrasi cara tentang pembuatan pupuk organic mempergunakan jamur Trichoderma sp.


III. PENUTUP.
A.     Kesimpulan
Penyuluhan dalam bentuk pelatihan merupakan pola pembelajaran yang menarik untuk diikuti, namun dalam pelakasanaannya harus mempertimbangkan waktu dan tempat agar tidak mengganggu kegiatan para petani dan mereka akan lebih inten dan senang untuk mengikuti pelatihan tersebut.
Tentunya pelatihan pelatihan yang berkaitan dengan suatu komoditi yang terjadwal dan berkesimabungan akan mendorong gairah petani, terlebih jika disertai dengan inovasi inovasi dalam teknik budidaya.
Satu hal yang perlu dilakukan adalah adanya kunjungan yang dilakukan oleh para pejabat dilingkungan instansi teknik, baik dalam bentuk penyuluhan maupun disaat melakukan pelatihan, mereka akan merasa sangat diperhatikan.

B.     Saran.
Pelaksanaan pelatihan yang telah dilakukan tentunya mempunyai sisi kelebihan dan kekurangan, namun bukan suatu halangan dalam menjalankan tugas sebagai petugas lapangan, namun perlu kiranya pelatihan tersebut dapat merangkum semua kelompok tani diwilayah kerja masing masing.
Mudah mudahan kedepannya kegiatan ini dapat terjadwal secara keseluruhannya dengan materi yang berkaitan dengan Agribisnis Pertanian.
Demikian kiranya laporan singkat tentang pelaksanaan pelatihan ini saya buat sebagai bentuk pertanggung jawaban hasil kerja.

Punggur Kecil 19 April 2012.
           Nara sumber :  Cece Lili Warlia, Jiji Ishak, Lili Ende Sunarli, Suherman

PELATIHAN HAMA & PENYAKIT ( Prt. Rintis - Kamis, 12042012 )

PELATIHAN PENGENDALIAN HAMA & PENYAKIT 
TANAMAN KELAPA
 ( Cocos Nucifera.L )

Lokasi Parit Rintis - Desa Punggur Kecil - Kec. Sungai Kakap
Kabupaten Kubu Raya
           

Keberhasilan usaha dalam pertanian, termasuk didalamnya adalah pembangunan Perkebunan tidak akan terlepas dari beberapa faktor yang terkait dengan usaha tersebut seperti:
§         Sumber Daya Manusia
§         Modal.
§         Ilmu Pengetahuan / Teknologi
Berkenaan dengan hal tersebut di atas, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan melalui Bidang Penyuluhan Perkebunan yang mempunyai tugas dan fungsi untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada petani dan kelompok tani perkebunan.
Bentuk dari bimbingan / penyuluhan tersebut diantaranya adalah memberikan pelatihan pelatihan yang berkaitan dengan usaha perkebunan yang dilakukan, dan pada kesempatan ini diberikan pelatihan kepada petani pekebun kelapa tentang Pengendalian hama dan Penyakit tanaman kelapa.
Upaya tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan SDM para petani pekebun dalam mengelola usaha perkebunannya dengan ilmu pengetahuan / teknologi yang disampaikan.
Pada pelaksanaan pelatihan tersebut, mereka dibekali brosur yang mudah dipahami dan dilaksanakan dan tidak terlepas dari bimbingan para penyuluh Perkebunan yang ada.
Mudah mudah, apa yang dapat kami berikan akan memberikan manfaat yang sebesar besarnya dalam upaya pengelolaan usaha perkebunan kelapa tersebut.

                   Sungai Raya, April 2012
          Kepala Bidang Penyuluhan Perkebunan
                                                                                                         
                                  ttd

                         Ir. S u m a d i
          NIP: 1958.12.12.1995.03.1001





LAPORAN PELAKSANAAN PELATIHAN
   PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN KELAPA


Oleh : Cece Lili Warlia
Petugas Lapangan Bidang Perkebunan
Desa  Punggur Kecil

PENGANTAR

Pelatihan yang diberikan kepada Kelompok Tani Perkebunan, Desa Punggur Kecil di Parit Rintis adalah Kelompok Tani yang berusaha dalam budidaya tanaman Kelapa ( Hibrida ).
Oleh karena  materi pelatihan yang disampaikan adalah tentang Pengendalian Hama dan Penyakit pada tanaman kelapa.

            Peserta pelatihan sebanyak 24 orang yang merupakan para pengurus dan anggota  dari 3 kelompok tani yang berada disekitar Prt Rintis dan Prt To’om, dan bagi peserta yang mengikuti pelatihan tersebut wajib mengimformasikan hasil pelatihan tersebut kepada mereka yang  tidak sempat mengikuti pelatihan tersebut.

            Sebagai bentuk tangung jawab, hasil pelatihan ini kami laporkan secara singkat dan mudah mudahan apa yang telah kita lakukan dan perbuat dapat memberikan manfaat, khususnya untuk para peserta pelatihan dapat menambah wawasan dan keilmuan tentang hama dan penyakit tanaman kelapa




I.PENDAHULUAN.

A.     Latar Belakang.
Upaya untuk meningkatkan produksi dari sebuah usaha tani yang dilakukan oleh petani dan kelompok tani tidak terlepas dari penyuluhan, bimbingan dan pendampingan yang dilakukan oleh seorang petugas lapangan.
Penyuluhan adalah sebuah bentuk pembelajaran non formal yang diberikan kepada petani / kelompok tani dan keluarga tani guna meningkatkan kemampuan, keterampilan Sumber Daya Manusia ( SDM ) sebagai pelaku usaha dalam budidaya Pertanian ( Perkebunan )
Bentuk lain dalam upaya meningkatkan SDM tersebut ialah dengan melakukan pelatihan pelatihan dan pratik yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan kegiatan budidaya suatu tanaman yang sedang diusahakan, yang disampaikan oleh seorang Petugas.

B.     Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa.
Satu diantara faktor penyebab menurunnya suatu produksi tanaman adalah disebabkan oleh gangguan / serangan hama dan penyakit tanaman.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas,kami selaku petugas Lapangan telah melakukan pelatihan tentang Pengendalian Hama dan Penyakit pada tanaman kelapa  kepada petani / kelompok tani Perkebunan kelapa yang berada pada wilayah kerja penyuluhan.

II. Pelaksanaan Pelatihan .
A.           Waktu dan tempat .
Waktu pelatihan dilaksanakan selama satu hari penuh, mulai dari pukul 10.00 sampai pukul 16.00, bertempat di Dusun Parit Rintis, desa Punggur Kecil dengan mengambil tempat di rumah ketua Kelompok Tani
B.     Jumlah Peserta.
Jumlah perserta berdasarkan undangan adalah 20. orang peserta dari 3 Kelompok Tani Perkebunan ( Kelapa Hibrida) yang berada di Prt Rintis dan Prt To’om.
Namun dalam pelaksanaanya jumlah peserta yang hadir adalah sebanyak 26.orang petani peserta
Pelatihan dihadiri oleh Sekretaris BP4K Kabupaten Kubu Raya, Bapak Ir. A.Rahman, sekaligus membuka acara pelatihan tersebut.
Dalam acara pelatihan tersebut hadir pula Kepala Bidang Penyuluhan Perkebunan Bapak.Ir. Sumadi beserta kasi Perkebunan Ibu Sumirah Sp. Dan beberapa staf dari BP4K Kabupaten Kubu Raya.
C.     Materi, Metode,dan Media Pelatihan.
Materi pelatihan adalah tentang bagaimana cara pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman kelapa,walaupun hal tersebut sering disampaikan dalam kegiatan penyuluhan namun tentunya hal ini akan mengingatkan kembali tentang hama dan penyakit yang suka menyerang taaman kelapa.
Metode yang disampaikan berupa menjelasan penjelasan tentang hama dan penyakit pada tanaman kelapa dan cara pengendaliannya.
Untuk menghidupkan suasana pelatihan dilakukan diskusi dan Tanya jawab diseputar budidaya tanaman kelapa sehingga pelatihan tidak membosankan peserta.
Hal lain yang menjadi antusiasme peserta adalah adanya metode baru dalam pengewndalian penyakit tanaman kelapa dengan menggunakan Trichoderma sp.
Selain dapat digunakan sebagai pengendali penyakit tanaman, Trichoderma sp.dapat digunakan sebagai bahan activator pembuatan pupuk organik.
Hal inilah yang menarik minat peserta dan mengharapkan untuk dilatihkan,dipratekan dan dapat diaplikasikan dilapangan.
Dan sesuai dengan kesepakat peserta bahwa meteri tersebut harap dilakukan seminggu setelah pelatihan ini.
Media Pelatihan,
Media pelatihan yang diberikan berupa buku tulis dan ballpoint serta kepada peserta diberikan juga brosur tentang pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kelapa  yang disusun sederhana agar mudah dipahami.

III. PENUTUP.
A.     Kesimpulan
Penyuluhan dalam bentuk pelatihan merupakan pola pembelajaran yang menarik untuk diikuti, namun dalam pelakasanaannya harus mempertimbangkan waktu dan tempat agar tidak mengganggu kegiatan para petani dan mereka akan lebih inten dan senang untuk mengikuti pelatihan tersebut.
Tentunya pelatihan pelatihan yang berkaitan dengan suatu komoditi yang terjadwal dan berkesimabungan akan mendorong gairah petani, terlebih jika disertai dengan inovasi inovasi dalam teknik budidaya.
Satu hal yang perlu dilakukan adalah adanya kunjungan yang dilakukan oleh para pejabat dilingkungan instansi teknik, baik dalam bentuk penyuluhan maupun disaat melakukan pelatihan, meeka akan merasa sangat diperhatikan.

B.     Saran.
Pelaksanaan pelatihan yang telah dilakukan tentunya mempunyai sisi kelebihan dan kekurangan, namun bukan suatu halangan dalam menjalankan tugas sebagai petugas lapangan, namun perlu kiranya pelatihan tersebut dapat merangkum semua kelompok tani Perkebunan diwilayah kerja yang mempunyai 18 kelompok tani perkebunan.
Mudah mudahan kedepannya kegiatan ini dapat terjadwal secara keseluruhannya dengan materi yang berkaitan dengan usaha Perkebunan.
Demikian kiranya laporan singkat tentang pelaksanaan pelatihan ini saya buat sebagai bentuk pertanggung jawaban hasil kerja.


Punggur Kecil,  April 2012
Petugas Lapangan Bidang Perkebunan
      Desa  Punggur Kecil
                  ttd

    CECE LILI WARLIA
            NIP: 19590924.198803.1006